• Lembaga Sertifikasi Profesi


    Politeknik Akamigas Palembang
  • Lembaga Sertifikasi Profesi


    Politeknik Akamigas Palembang
  • Lembaga Sertifikasi Profesi


    Politeknik Akamigas Palembang
  • Lembaga Sertifikasi Profesi


    Politeknik Akamigas Palembang
  • Lembaga Sertifikasi Profesi


    Politeknik Akamigas Palembang
  • Lembaga Sertifikasi Profesi


    Politeknik Akamigas Palembang
  • Lembaga Sertifikasi Profesi


    Politeknik Akamigas Palembang
  • Lembaga Sertifikasi Profesi


    Politeknik Akamigas Palembang
  • Lembaga Sertifikasi Profesi


    Politeknik Akamigas Palembang
  • Lembaga Sertifikasi Profesi


    Politeknik Akamigas Palembang

BNSP : APA ITU BNSP DAN APA TUGASNYA?

 
APA ITU BNSP ?

BNSP adalah singkatan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. BNSP merupakan badan independen nasional yang dibentuk oleh pemerintah untuk memberikan sertifikasi kompetensi kerja di Indonesia. BNSP bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Hadirnya BNSP di Indonesia guna untuk menjadi dewan penjamin dari kualitas SDM Indonesia. Selain itu juga dibentuknya BNSP oleh pemerintah ini dalam rangka meningkatkan kapasitas daya saing nasional.

APA TUGAS BNSP ?

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2004, yang mana merupakan dasar hukum pendirian BNSP, tugas pokok BNSP adalah melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja.

BNSP juga dapat memberikan lisensi kepada lembaga sertifikasi profesi (LSP) yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja.

VISI & MISI BNSP

Dibentuk pada tahun 2004, BNSP memiliki visi:

“Menjadi lembaga otoritas sertifikasi profesi yang independen dan terpercaya dalam menjamin kompetensi tenaga kerja di dalam maupun luar negeri”.
Kemudian misi BNSP adalah :

  • Mengembangkan sistem sertifikasi kompetensi profesi yang terpercaya.
  • Meningkatkan rekognisi dan daya saing tenaga kerja Indonesia di dalam maupun di luar negeri.
  • Membangun kerjasama saling pengakuan sertifikasi kompetensi secara internasional.

SEJARAH BNSP

BNSP merupakan badan independen yang bertanggung jawab kepada Presiden yang memiliki kewenangan sebagai otoritas sertifikasi personil dan bertugas melaksanakan sertifikasi kompetensi profesi bagi tenaga kerja. Pembentukan BNSP merupakan bagian integral dari pengembangan paradigma baru dalam sistem penyiapan tenaga kerja yang berkualitas.

Berbeda dengan paradigma lama yang berjalan selama ini, sistem penyiapan tenaga kerja dalam format paradigma baru terdapat dua prinsip yang menjadi dasarnya, yaitu : pertama, penyiapan tenaga kerja didasarkan atas kebutuhan pengguna (demand driven); dan kedua, proses diklat sebagai wahana penyiapan tenaga kerja dilakukan dengan menggunakan pendekatan pelatihan berbasis kompetensi (Competency Based Training / CBT).

Pengembangan sistem penyiapan tenaga kerja dengan paradigma baru ini dimulai pada awal tahun 2000 yang ditandai dengan ditandatanganinya Surat Kesepakatan Bersama (SKB) antara Menteri Tenaga Kerja, Menteri Pendidikan Nasional, Ketua Umum Kadin Indonesia.

DASAR HUKUM PENDIRIAN BNSP

  • Undang-Undang N0. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pasal 18.
  • Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 61.
  • Undang-Undang No. 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian (Lembaran Negara tahun 1984 No. 22, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3274).
  • Peraturan Pemerintah No. 52 Tahun 2012 tentang Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Usaha di bidang Pariwisata.
  • Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 2006 tentang Sistem Latihan Kerja Nasional.
  • Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
  • PerMenakertrans No. PER.22/MEN/IX/2009 tentang Penyelenggaraan Pemagangan Dalam Negeri.
  • PerMenakertrans No. PER. 21/MEN/X/2007 tentang Tata Cara Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.
  • PerMenakertrans No. PER-17/MEN/VI/2007 tentang Tatacara Perizinan dan Pendaftaran Lembaga Pelatihan Kerja.
  • Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia No. KEP-96A/MEN/VI/2004 tentang Pedoman Penyiapan dan Akreditasi Lembaga Sertifikasi Profesi.

Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Kerja (PSKK)


Kompetensi kerja merupakan hal inti yang menjadi perhatian dalam ketenagakerjaan. Kompetensi kerja yang merupakan kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan ini sangat penting bagi semua lini sektor kegiatan yang dapat dilihat bagaimana sektor pendidikan dan pelatihan dengan sektor industri bersama otoritas ketenagakerjaan berusaha selalu melakukan koordinasi untuk menyandingkan, menyetarakan dan mengintegrasikan penjenjangan kualifikasi kompetensi dalam rangka pemberian pengakuan

kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

Dalam upaya memberikan pengakuan terhadap kompetensi kerja, sesuai dengan ketentuan peraturan dilakukan secara sistematis dan objektif melalui uji kompetensi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, Standar Internasional dan/atau Standar Khusus yang lebih dikenal dengan Sertifikasi Kompetensi.

Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) adalah lembaga independen yang dibentuk untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja dan bertanggung jawab kepada Presiden. Dalam melaksanakan kegiatan sertifikasi profesi, BNSP memberikan lisensi kepada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah memenuhi syarat dari BNSP. Dalam rangka pelaksanaan Sistem Sertifikasi Kompetensi Profesi di Indonesia untuk menuju “Indonesia Kompeten” BNSP berupaya mendorong percepatan pengakuan kompetensi kerja secara berkelanjutan pada bidang profesi tertentu yang infrastrukturnya
telah untuk melaksanakan proses sertifikasi.

Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Kerja (PSKK) merupakan salah satu program dengan anggaran BNSP yang dilaksanakan dengan tujuan memberikan stimulus kepada perusahaan/industri, LSP dan lembaga pelatihan/BLK dan pencari kerja dalam rangka mempercepat pengakuan kompetensi.

KEUNTUNGAN MEMILIKI SERTIFIKASI PROFESI DARI BNSP

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, saat ini adalah zaman yang penuh persaingan. Individu saling berkompetisi satu sama lain agar bisa diterima dan bertahan.Dan sampai saat ini saja, masih banyak individu yang kebingungan, bagaimana caranya bersaing dengan sehat di zaman serba tak pasti ini? Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk bisa bertahan dan bersaingan dengan individu lainnya adalah dengan memiliki sertifikasi profesi dari BNSP. Apa keuntungan memiliki sertifikasi profesi dari BNSP ?

Karena dengan memiliki sertifikasi profesi dari BNSP Anda mempunyai sebuah bukti kuat bahwa Anda memang berkompeten dalam profesi yang Anda geluti.

Itu juga memastikan bahwa Anda mempunyai kemampuan yang mumpuni sebagai seorang profesional.

Sertifikasi kompetensi ini bisa Anda dapatkan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi yang mempunyai lisensi resmi dari BNSP atau Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Banyak keuntungan memiliki sertifikasi profesi dari BNSP, Anda dapat mengembangkan diri dan karier Anda lebih luas lagi. Anda pun
dapat mengetahui sejauh mana Anda mempunyai kompetensi yang akan membuat Anda lebih percaya diri lagi menjalani